Kemenkes Beri Perhatian Khusus Wilayah Resiko Tinggi Polio

- Rabu, 30 November 2022 | 15:56 WIB
Arsip foto: Petugas kesehatan memberikan vaksin polio dengan cara disuntikan kepada seorang anak balita saat imunisasi di Posyandu Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Selasa (2/2/2021)
Arsip foto: Petugas kesehatan memberikan vaksin polio dengan cara disuntikan kepada seorang anak balita saat imunisasi di Posyandu Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Selasa (2/2/2021)

 

elbaitsukabumi.com - Indonesia merupakan negara dengan risiko polio, berdasarkan capaian imunisasi rutin dalam tiga tahun terakhir.

Untuk itu Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus bagi wilayah yang cakupan imunisasinya masih rendah dan rawan terjadinya KLB seperti Provinsi Aceh melalui upaya pelaksanaan penguatan imunisasi rutin.

Selain itu juga upaya pelacakan untuk memastikan seluruh bayi mendapatkan 4 dosis imunisasi bOPV dan 1 dosis imunisasi IPV lengkap sesuai usia, Meningkatkan analisa dan pemanfaatan data.

PoliBaca Juga: Selain Indonesia, Ini 15 Negara yang Dilaporkan Terpapar Kasus Polio Tipe 2

''Semua sasaran bayi itu harus sudah mendapatkan lengkap imunisasi polio yaitu 4 dosis untuk polio yang tetes dan satu dosis untuk suntikan sesuai dengan usia anaknya,'' jelas Plt. Direktur Imunisasi dr. prima Yosephine saat Keterangan Pers secara virtual, Selasa (29/11).

Upaya lainya melaksanakan imunisasi kejar bagi anak usia 12-59 bulan yang belum atau tidak lengkap status imunisasinya, pastikan seluruh sasaran mendapatkan 4 dosis imunisasi bOPV dan 1 ta dosis imunisasi IPV.

Mengingat imunitas atau kekebalan atau vaksin untuk mencegah tertularnya terhadap polio tipe 2 hanya bisa didapatkan dari imunisasi suntikan.

PolioBaca Juga: Kemenkes RI Akan Terus Pantau Temuan Tiga Anak Positif Polio di Aceh

Halaman:

Editor: Rudi Maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menag Kutuk Aksi Bakar Al Quran di Swedia dan Belanda

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:00 WIB
X